Skip to content

HovioneTechnology | Portal Informasi Teknologi Terkini Indonesia

HovioneTechnology menghadirkan informasi terupdate teknologi terbaru AI, Programming, hingga Cyber security. Semua kami sajikan ringkas, informatif, dan sudah terverifikasi.

Menu
  • Cyber Security
  • AI (Artificial Intelligence)
  • Gadget
  • Programming
  • Linux
  • Gaming
  • Cryptocurrency
Menu
Manjaro Linux 26.0

Manjaro Linux 26.0: Xfce untuk X11, Kenapa Disarankan

Posted on Januari 5, 2026

HovioneTechnology – Manjaro Linux 26.0 lagi ramai karena isu X11 vs Wayland. Jadi, banyak orang bingung harus pilih edisi yang mana. Selain itu, beberapa workflow “lama” masih lebih aman di X11.

Kalau kamu butuh desktop yang stabil untuk kerja harian, kamu wajib paham konteksnya. Namun, kamu juga tidak perlu ikut debat panjang. Karena itu, artikel ini fokus ke keputusan praktis.

Di sini, kamu akan tahu kapan X11 masih masuk akal, kenapa Xfce sering direkomendasikan, dan apa yang harus kamu cek setelah update. Akhirnya, kamu bisa upgrade tanpa drama.


Table of Contents

Toggle
  • Rilis Manjaro Linux 26.0: apa yang paling terasa?
    • Rilis Manjaro Linux 26.0 biasanya fokus ke stabilitas
    • Perubahan Manjaro Linux 26.0 yang sering bikin kaget
    • Cara kamu membaca perubahan tanpa tersesat
  • Manjaro Linux 26.0 terbaru: X11 vs Wayland, bedanya apa?
    • X11 itu “tua”, tapi matang
    • Wayland itu modern, tapi masih ada sudut tajam
    • Dampak nyata buat pengguna advanced
  • Manjaro Linux 26.0: kenapa edisi Xfce direkomendasikan untuk X11?
    • Manjaro Linux Xfce X11 biasanya paling “lurus”
    • Xfce ringan, jadi cocok untuk troubleshooting
    • Tabel cepat: pilih edisi Manjaro Linux 26.0 untuk X11
  • Manjaro Linux untuk X11: siapa yang sebaiknya tetap di X11?
    • Kamu pakai aplikasi yang sensitif ke display server
    • Kamu butuh remote desktop yang “pasti jalan”
    • Kamu sering utak-atik window manager atau tooling lama
  • Perubahan Manjaro Linux 26.0: dampak ke grafis dan driver
    • Driver GPU bisa mengubah pengalaman total
    • Compositor dan tearing sering jadi titik masalah
    • Multi-monitor itu medan perang kecil
  • Manjaro Linux 26.0: cara memastikan kamu benar-benar memakai X11
    • Cek sesi login sebelum masuk desktop
    • Cara cek display server dari dalam sistem
    • Pastikan aplikasi penting kamu berjalan normal
  • Rilis Manjaro Linux 26.0: langkah upgrade yang aman
    • Backup dulu, baru update
    • Pakai snapshot kalau kamu di filesystem yang mendukung
    • Update bertahap, jangan buru-buru
  • Manjaro Linux 26.0 terbaru: optimasi Xfce supaya nyaman
    • Rapikan startup biar boot terasa cepat
    • Set compositor dengan tujuan jelas
    • Atur scaling dan font untuk multi-monitor
  • Manjaro Linux 26.0: troubleshooting cepat setelah update
    • Layar hitam setelah update
    • Login loop dan desktop tidak muncul
    • Wi-Fi atau Bluetooth mendadak bermasalah
  • Manjaro Linux 26.0: kapan kamu sebaiknya pindah ke Wayland?
    • Kamu butuh keamanan dan isolasi input yang lebih baik
    • Kamu pakai perangkat modern dan workflow standar
    • Kamu siap menukar “kebiasaan lama” dengan adaptasi
  • Tips Praktis memilih Manjaro Linux 26.0 untuk X11
    • Tips praktis: uji X11 dengan daftar uji 10 menit
    • Tips praktis: pisahkan mesin kerja dan mesin eksperimen
    • Tips praktis: catat konfigurasi penting sebelum upgrade
    • Tips praktis: simpan “jalur pulang”
  • Kesalahan Umum saat memilih Manjaro Linux 26.0 untuk X11
    • Kesalahan umum: mengira semua masalah itu “bug Manjaro”
    • Kesalahan umum: update besar tanpa backup
    • Kesalahan umum: gonta-ganti setting tanpa catatan
    • Kesalahan umum: memaksa Wayland padahal workflow butuh X11
  • FAQ Manjaro Linux 26.0, Xfce, dan X11
    • FAQ: soal Wayland vs X11 di Manjaro Linux 26.0 terbaru

Rilis Manjaro Linux 26.0: apa yang paling terasa?

Rilis Manjaro Linux 26.0 biasanya fokus ke stabilitas

Manjaro sering mengejar stabilitas untuk paket inti. Jadi, perubahan besar biasanya terasa di desktop stack.

Perubahan Manjaro Linux 26.0 yang sering bikin kaget

Perubahan kecil bisa berasa besar. Misalnya: sesi login, driver grafis, atau compositor.

Cara kamu membaca perubahan tanpa tersesat

Baca poin yang menyentuh: display server, driver, dan desktop environment. Selain itu, cek apakah ada catatan soal X11.


Manjaro Linux 26.0 terbaru: X11 vs Wayland, bedanya apa?

X11 itu “tua”, tapi matang

X11 sudah lama dipakai. Jadi, banyak tool dan aplikasi legacy masih nyaman di sini.

Wayland itu modern, tapi masih ada sudut tajam

Wayland lebih rapi secara desain. Namun, beberapa fitur tertentu masih beda perilaku.

Dampak nyata buat pengguna advanced

Kalau kamu pakai multi-monitor, remote desktop, atau overlay, bedanya terasa. Karena itu, pilihan display server jadi penting.


Manjaro Linux 26.0: kenapa edisi Xfce direkomendasikan untuk X11?

Manjaro Linux Xfce X11 biasanya paling “lurus”

Xfce sering menjaga opsi X11 tetap jelas. Jadi, kamu tidak perlu akrobat setting.

Xfce ringan, jadi cocok untuk troubleshooting

Saat ada masalah driver, desktop ringan lebih mudah ditangani. Selain itu, kamu lebih mudah isolasi penyebab.

Tabel cepat: pilih edisi Manjaro Linux 26.0 untuk X11

Edisi Fokus Nyaman untuk X11 Cocok buat siapa
Xfce ringan dan stabil sangat nyaman pengguna yang butuh workflow klasik
KDE Plasma fitur lengkap bisa, tergantung setup power user yang suka kustom
GNOME alur modern sering condong Wayland pengguna yang siap adaptasi

Manjaro Linux untuk X11: siapa yang sebaiknya tetap di X11?

Kamu pakai aplikasi yang sensitif ke display server

Beberapa aplikasi screen capture dan overlay bisa rewel. Jadi, X11 sering lebih aman.

Kamu butuh remote desktop yang “pasti jalan”

Remote workflow itu soal konsistensi. Karena itu, X11 sering jadi pilihan aman.

Kamu sering utak-atik window manager atau tooling lama

Tool lama biasanya tumbuh di X11. Selain itu, dokumentasinya juga lebih banyak.


Perubahan Manjaro Linux 26.0: dampak ke grafis dan driver

Driver GPU bisa mengubah pengalaman total

Satu update driver bisa bikin layar blank. Jadi, kamu harus siap plan B.

Compositor dan tearing sering jadi titik masalah

Tearing itu bikin tampilan “robek”. Namun, setting compositor yang tepat bisa bantu.

Multi-monitor itu medan perang kecil

Resolusi, refresh rate, dan scaling sering bentrok. Karena itu, kamu perlu cek ulang setelah upgrade.


Manjaro Linux 26.0: cara memastikan kamu benar-benar memakai X11

Cek sesi login sebelum masuk desktop

Biasanya ada pilihan sesi saat login. Jadi, kamu bisa pilih X11 dari sana.

Cara cek display server dari dalam sistem

Kamu bisa cek informasi sesi lewat pengaturan sistem. Selain itu, beberapa terminal command juga bisa menunjukkan jenis sesi.

Pastikan aplikasi penting kamu berjalan normal

Uji cepat: browser, IDE, screen share, dan capture. Jadi, kamu tahu apakah X11 sudah “beres”.


Rilis Manjaro Linux 26.0: langkah upgrade yang aman

Backup dulu, baru update

Backup itu menyelamatkan hari buruk. Jadi, jangan diskip walau kamu yakin.

Pakai snapshot kalau kamu di filesystem yang mendukung

Snapshot bikin kamu bisa rollback cepat. Selain itu, ini cocok untuk pengguna advanced.

Update bertahap, jangan buru-buru

Update bertahap memudahkan debugging. Karena itu, kamu tahu update mana yang bikin masalah.


Manjaro Linux 26.0 terbaru: optimasi Xfce supaya nyaman

Rapikan startup biar boot terasa cepat

Matikan autostart yang tidak perlu. Jadi, desktop terasa ringan.

Set compositor dengan tujuan jelas

Kamu bisa pilih: minim lag atau minim tearing. Selain itu, sesuaikan dengan GPU kamu.

Atur scaling dan font untuk multi-monitor

Scaling yang salah bikin mata capek. Karena itu, rapikan DPI dan ukuran font.


Manjaro Linux 26.0: troubleshooting cepat setelah update

Layar hitam setelah update

Biasanya terkait driver atau display manager. Jadi, masuk mode pemulihan dan cek log dengan tenang.

Login loop dan desktop tidak muncul

Ini sering terjadi karena sesi rusak atau config bentrok. Selain itu, tema login kadang ikut memicu.

Wi-Fi atau Bluetooth mendadak bermasalah

Driver jaringan kadang berubah versi. Karena itu, cek modul, firmware, dan service yang aktif.


Manjaro Linux 26.0: kapan kamu sebaiknya pindah ke Wayland?

Kamu butuh keamanan dan isolasi input yang lebih baik

Wayland punya desain yang lebih ketat. Jadi, beberapa jenis akses “liar” lebih sulit.

Kamu pakai perangkat modern dan workflow standar

Jika workflow kamu standar, Wayland terasa lebih mulus. Selain itu, banyak desktop modern makin condong ke sana.

Kamu siap menukar “kebiasaan lama” dengan adaptasi

Wayland kadang butuh cara baru untuk hal lama. Karena itu, kamu harus siap belajar ulang sedikit.


Tips Praktis memilih Manjaro Linux 26.0 untuk X11

Tips praktis: uji X11 dengan daftar uji 10 menit

Uji: multi-monitor, screen share, capture, audio, dan sleep. Jadi, kamu tahu kondisi real.

Tips praktis: pisahkan mesin kerja dan mesin eksperimen

Kalau bisa, uji update di mesin kedua. Selain itu, kamu bisa pakai VM untuk cek cepat.

Tips praktis: catat konfigurasi penting sebelum upgrade

Catat driver, kernel, dan setting display. Karena itu, rollback jadi lebih gampang.

Tips praktis: simpan “jalur pulang”

Siapkan snapshot atau backup. Jadi, kamu tidak ketahan kalau desktop gagal boot.


Kesalahan Umum saat memilih Manjaro Linux 26.0 untuk X11

Kesalahan umum: mengira semua masalah itu “bug Manjaro”

Kadang masalahnya ada di driver atau hardware. Jadi, jangan langsung menyalahkan distro.

Kesalahan umum: update besar tanpa backup

Ini kesalahan klasik. Akibatnya, kamu bisa kehilangan waktu berjam-jam.

Kesalahan umum: gonta-ganti setting tanpa catatan

Kamu jadi tidak tahu penyebabnya. Karena itu, ubah satu hal sekali.

Kesalahan umum: memaksa Wayland padahal workflow butuh X11

Kalau kerja kamu butuh X11, jangan maksa. Selain itu, pilih stabil dulu baru eksperimen.


FAQ Manjaro Linux 26.0, Xfce, dan X11

  • Apakah Manjaro Linux 26.0 masih mendukung X11?
    Umumnya iya, namun dukungan bisa beda per edisi. Jadi, cek sesi login kamu.

  • Kenapa banyak yang menyarankan X11 untuk sebagian user?
    Karena beberapa workflow legacy masih paling stabil di X11.

  • Kenapa Manjaro Linux Xfce X11 terasa lebih aman?
    Karena alurnya simpel dan ringan. Selain itu, troubleshooting jadi lebih mudah.

  • Apakah Xfce cocok untuk pengguna advanced?
    Cocok, terutama jika kamu suka kontrol dan sistem yang minim distraksi.

  • Apa yang harus diuji setelah upgrade?
    Uji display, driver, audio, jaringan, dan sleep. Jadi, kamu tahu dampaknya cepat.

  • Apakah perlu reinstall bersih?
    Tidak selalu. Namun, reinstall bisa jadi opsi jika config kamu sudah “campur aduk”.

FAQ: soal Wayland vs X11 di Manjaro Linux 26.0 terbaru

  • Kapan sebaiknya pindah ke Wayland?
    Saat workflow kamu sudah cocok dan perangkat kamu modern. Selain itu, kamu siap adaptasi.

  • Apa sinyal kamu harus tetap di X11?
    Jika remote desktop, capture, atau overlay sering bermasalah di Wayland.


Penutup
Manjaro Linux 26.0 bikin banyak orang mikir ulang soal X11. Jadi, kalau kamu ingin opsi X11 yang jelas, edisi Xfce sering jadi pilihan aman. Selain itu, kamu tetap bisa coba Wayland nanti saat workflow kamu siap.

©2026 HovioneTechnology | Portal Informasi Teknologi Terkini Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme