Skip to content

HovioneTechnology | Portal Informasi Teknologi Terkini Indonesia

HovioneTechnology menghadirkan informasi terupdate teknologi terbaru AI, Programming, hingga Cyber security. Semua kami sajikan ringkas, informatif, dan sudah terverifikasi.

Menu
  • Cyber Security
  • AI (Artificial Intelligence)
  • Gadget
  • Programming
  • Linux
  • Gaming
  • Cryptocurrency
Menu
JavaScript sebelum React JS: Fundamental yang Wajib Paham

JavaScript sebelum React JS: Fundamental yang Wajib Paham

Posted on Januari 1, 2026

HovioneTechnology – JavaScript sebelum React JS itu bukan cuma “bisa bikin variabel”. Jadi, kamu perlu paham cara JavaScript bekerja saat aplikasi membesar. Selain itu, React akan memperbesar efek bug kecil.

Banyak orang belajar React dulu, lalu mentok di error aneh. Namun, masalahnya sering bukan React. Karena itu, kamu harus kuat di fundamental JavaScript.

Di artikel ini, aku susun roadmap yang jelas dan advanced. Akhirnya, kamu bisa masuk React dengan percaya diri.


Table of Contents

Toggle
  • JavaScript sebelum React JS: peta jalan belajar yang realistis
    • Urutan belajar yang paling masuk akal
    • Kenapa urutan ini penting untuk React
    • Standar minimal sebelum kamu “gas” React
  • JavaScript sebelum React JS: fundamental JavaScript yang sering diremehkan
    • Tipe data, coercion, dan edge case
    • Scope, hoisting, dan aturan deklarasi
    • Equality: == vs ===
    • Error handling yang benar
  • JavaScript sebelum React JS: ES6 JavaScript yang wajib kamu kuasai
    • Destructuring untuk object dan array
    • Spread dan rest operator
    • Template literals dan optional chaining
    • Modules: import dan export
  • JavaScript sebelum React JS: cara berpikir “immutable” untuk state
    • Kenapa React suka data immutable
    • Cara copy object dan array yang benar
    • Contoh mindset yang sering kepakai
  • JavaScript sebelum React JS: functional programming dasar yang kepakai tiap hari
    • Higher-order function: map, filter, reduce
    • Pure function dan side effect
    • Closure dan kenapa penting
    • this dan binding di era modern
  • JavaScript sebelum React JS: event loop, async, dan dunia nyata
    • Call stack, task queue, dan microtask
    • Promise, async/await, dan error async
    • Fetch, cancel, dan race condition
    • Debounce dan throttle untuk performa
  • JavaScript sebelum React JS: DOM dan browser API yang tetap relevan
    • Apa yang React sembunyikan dari DOM
    • Event bubbling dan delegation
    • LocalStorage, session, dan caching ringan
    • Security dasar: XSS dan sanitasi
  • JavaScript sebelum React JS: tooling modern biar kerja kamu rapi
    • NPM, package.json, dan dependency
    • Bundler dan dev server
    • Linting, formatting, dan konsistensi tim
    • Git workflow sederhana untuk proyek React
  • JavaScript sebelum React JS: tabel checklist kemampuan yang harus lulus
    • Cara pakai checklist ini
  • Tips Praktis persiapan belajar React JS
    • Latihan proyek kecil tanpa React dulu
    • Biasakan menulis fungsi kecil dan jelas
    • Latih debugging dengan cara sistematis
    • Gunakan pattern data yang konsisten
  • Kesalahan Umum saat belajar JavaScript sebelum React JS
    • Loncat ke React tanpa paham async
    • Terlalu sering mutate object
    • Menghafal tanpa bikin proyek
    • Takut baca dokumentasi
  • FAQ JavaScript sebelum React JS
    • 1) Aku sudah bisa JS dasar, apakah cukup?
    • 2) ES6 JavaScript bagian mana yang paling penting?
    • 3) Kenapa immutability penting banget?
    • 4) Aku harus paham this tidak?
    • 5) Harus belajar TypeScript dulu?
    • 6) Berapa lama persiapan belajar React JS?
    • 7) Proyek latihan apa yang paling efektif?
  • Penutup

JavaScript sebelum React JS: peta jalan belajar yang realistis

Urutan belajar yang paling masuk akal

Mulai dari data dan fungsi. Lalu, masuk ke async dan modul. Selain itu, baru sentuh tooling.

Kenapa urutan ini penting untuk React

React bergantung pada fungsi dan state. Jadi, kamu butuh dasar yang kuat dari awal.

Standar minimal sebelum kamu “gas” React

Kamu harus nyaman dengan array, object, function, async, dan modul. Karena itu, kamu tidak mudah panik.


JavaScript sebelum React JS: fundamental JavaScript yang sering diremehkan

Tipe data, coercion, dan edge case

JavaScript fleksibel, tapi kadang licik. Jadi, kamu harus paham coercion dan truthy-falsy.

Scope, hoisting, dan aturan deklarasi

var, let, const beda perilaku. Selain itu, hoisting bisa bikin bug halus.

Equality: == vs ===

=== lebih aman. Namun, kamu tetap harus paham kapan == bisa menjebak.

Error handling yang benar

Gunakan try/catch dan buat error message jelas. Karena itu, debugging kamu lebih cepat.


JavaScript sebelum React JS: ES6 JavaScript yang wajib kamu kuasai

Destructuring untuk object dan array

Ini sering dipakai di props dan state. Jadi, kamu harus lancar.

Spread dan rest operator

Spread berguna untuk immutable update. Selain itu, rest membantu fungsi variadic.

Template literals dan optional chaining

Template literals bikin string rapi. Namun, optional chaining bikin akses data lebih aman.

Modules: import dan export

React modern pakai module system. Karena itu, kamu harus paham default dan named export.


JavaScript sebelum React JS: cara berpikir “immutable” untuk state

Kenapa React suka data immutable

React membandingkan referensi. Jadi, mutate object sering bikin UI tidak update.

Cara copy object dan array yang benar

Pakai spread atau metode seperti map. Selain itu, hindari push langsung ke state.

Contoh mindset yang sering kepakai

Alih-alih ubah item, kamu buat array baru. Karena itu, perubahan terlihat jelas.


JavaScript sebelum React JS: functional programming dasar yang kepakai tiap hari

Higher-order function: map, filter, reduce

Ini “roti” React. Jadi, kamu harus nyaman, bukan cuma hafal.

Pure function dan side effect

React suka fungsi murni. Namun, side effect perlu kamu tempatkan di tempat yang tepat.

Closure dan kenapa penting

Closure muncul di handler dan async. Karena itu, kamu harus paham variabel bisa “nempel”.

this dan binding di era modern

Di React modern, kamu jarang pakai class. Namun, memahami this tetap membantu.


JavaScript sebelum React JS: event loop, async, dan dunia nyata

Call stack, task queue, dan microtask

Janji (Promise) punya antrian sendiri. Jadi, urutan eksekusi bisa mengejutkan.

Promise, async/await, dan error async

Kamu harus bisa menangani error network. Selain itu, kamu harus paham await tidak “menghentikan dunia”.

Fetch, cancel, dan race condition

Request bisa datang tidak urut. Akibatnya, UI bisa menampilkan data lama.

Debounce dan throttle untuk performa

Input search sering butuh debounce. Karena itu, app tidak spam request.


JavaScript sebelum React JS: DOM dan browser API yang tetap relevan

Apa yang React sembunyikan dari DOM

React mengelola DOM lewat virtual DOM. Namun, kamu tetap perlu paham event dan rendering.

Event bubbling dan delegation

Click handler bisa jalan di parent. Jadi, kamu harus tahu alurnya.

LocalStorage, session, dan caching ringan

Ini berguna untuk menyimpan preferensi. Selain itu, kamu bisa menghemat request.

Security dasar: XSS dan sanitasi

React membantu, namun kamu tetap harus hati-hati. Karena itu, jangan sembarang render HTML.


JavaScript sebelum React JS: tooling modern biar kerja kamu rapi

NPM, package.json, dan dependency

Kamu harus paham dependencies vs devDependencies. Jadi, build lebih stabil.

Bundler dan dev server

Tooling mengubah kode jadi siap browser. Selain itu, HMR bikin edit cepat.

Linting, formatting, dan konsistensi tim

ESLint dan formatter bikin tim rapi. Karena itu, kamu kurang debat gaya.

Git workflow sederhana untuk proyek React

Branching dan commit message itu penting. Selain itu, PR review bikin kualitas naik.


JavaScript sebelum React JS: tabel checklist kemampuan yang harus lulus

Cara pakai checklist ini

Centang yang kamu sudah bisa tanpa lihat contekan. Lalu, fokus latih yang masih lemah.

Area Kamu harus bisa Kenapa penting di React
Data array, object, destructuring props, state, mapping UI
Function arrow, closure, HOF handler, composability
Async Promise, async/await, error fetch data, loading state
Immutability copy array/object state update yang benar
Modules import/export struktur project React
Browser event, storage, fetch interaksi UI dan data
Tooling npm, lint, build workflow proyek nyata

Tips Praktis persiapan belajar React JS

Latihan proyek kecil tanpa React dulu

Bikin todo list dengan DOM manual. Jadi, kamu paham masalah yang React selesaikan.

Biasakan menulis fungsi kecil dan jelas

Fungsi kecil lebih mudah dites. Selain itu, kamu lebih cepat refactor.

Latih debugging dengan cara sistematis

Baca stack trace, cek input, cek output. Karena itu, kamu tidak menebak-nebak.

Gunakan pattern data yang konsisten

Pilih satu gaya: object atau array of objects. Jadi, state kamu tidak berantakan.


Kesalahan Umum saat belajar JavaScript sebelum React JS

Loncat ke React tanpa paham async

Kamu akan bingung loading dan error. Akibatnya, kamu merasa React “susah”.

Cara menghindari: kuasai Promise dan async/await dulu.

Terlalu sering mutate object

UI tidak update sesuai harapan. Jadi, kamu merasa React “buggy”.

Cara menghindari: latihan immutable update setiap hari.

Menghafal tanpa bikin proyek

Kamu cepat lupa. Selain itu, konsep tidak nyambung ke dunia nyata.

Cara menghindari: bikin mini project tiap topik.

Takut baca dokumentasi

Dokumentasi itu peta. Karena itu, kamu harus biasa membaca pelan-pelan.

Cara menghindari: baca satu bagian kecil, lalu praktik langsung.


FAQ JavaScript sebelum React JS

1) Aku sudah bisa JS dasar, apakah cukup?

Belum tentu. Namun, kalau kamu kuat di async dan modules, kamu sudah dekat.

2) ES6 JavaScript bagian mana yang paling penting?

Destructuring, spread, modules, dan arrow function. Jadi, fokus di itu dulu.

3) Kenapa immutability penting banget?

React menilai perubahan lewat referensi. Karena itu, mutate sering bikin UI tidak re-render.

4) Aku harus paham this tidak?

Tidak sedalam dulu. Namun, memahami this membantu baca kode lama dan library.

5) Harus belajar TypeScript dulu?

Tidak wajib. Namun, TypeScript membantu proyek besar dan tim.

6) Berapa lama persiapan belajar React JS?

Tergantung latihan. Selain itu, konsistensi lebih penting dari kecepatan.

7) Proyek latihan apa yang paling efektif?

Todo app, search list dengan debounce, dan fetch API dengan pagination. Jadi, kamu kena masalah nyata.


Penutup

Kalau kamu kuat di JavaScript sebelum React JS, React akan terasa lebih ringan. Jadi, kamu tidak takut error aneh dan state yang “ngambek”. Selain itu, kamu bisa membangun komponen yang rapi.

©2026 HovioneTechnology | Portal Informasi Teknologi Terkini Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme