HovioneTechnology – JavaScript sebelum React JS itu bukan cuma “bisa bikin variabel”. Jadi, kamu perlu paham cara JavaScript bekerja saat aplikasi membesar. Selain itu, React akan memperbesar efek bug kecil.
Banyak orang belajar React dulu, lalu mentok di error aneh. Namun, masalahnya sering bukan React. Karena itu, kamu harus kuat di fundamental JavaScript.
Di artikel ini, aku susun roadmap yang jelas dan advanced. Akhirnya, kamu bisa masuk React dengan percaya diri.
JavaScript sebelum React JS: peta jalan belajar yang realistis
Urutan belajar yang paling masuk akal
Mulai dari data dan fungsi. Lalu, masuk ke async dan modul. Selain itu, baru sentuh tooling.
Kenapa urutan ini penting untuk React
React bergantung pada fungsi dan state. Jadi, kamu butuh dasar yang kuat dari awal.
Standar minimal sebelum kamu “gas” React
Kamu harus nyaman dengan array, object, function, async, dan modul. Karena itu, kamu tidak mudah panik.
JavaScript sebelum React JS: fundamental JavaScript yang sering diremehkan
Tipe data, coercion, dan edge case
JavaScript fleksibel, tapi kadang licik. Jadi, kamu harus paham coercion dan truthy-falsy.
Scope, hoisting, dan aturan deklarasi
var, let, const beda perilaku. Selain itu, hoisting bisa bikin bug halus.
Equality: == vs ===
=== lebih aman. Namun, kamu tetap harus paham kapan == bisa menjebak.
Error handling yang benar
Gunakan try/catch dan buat error message jelas. Karena itu, debugging kamu lebih cepat.
JavaScript sebelum React JS: ES6 JavaScript yang wajib kamu kuasai
Destructuring untuk object dan array
Ini sering dipakai di props dan state. Jadi, kamu harus lancar.
Spread dan rest operator
Spread berguna untuk immutable update. Selain itu, rest membantu fungsi variadic.
Template literals dan optional chaining
Template literals bikin string rapi. Namun, optional chaining bikin akses data lebih aman.
Modules: import dan export
React modern pakai module system. Karena itu, kamu harus paham default dan named export.
JavaScript sebelum React JS: cara berpikir “immutable” untuk state
Kenapa React suka data immutable
React membandingkan referensi. Jadi, mutate object sering bikin UI tidak update.
Cara copy object dan array yang benar
Pakai spread atau metode seperti map. Selain itu, hindari push langsung ke state.
Contoh mindset yang sering kepakai
Alih-alih ubah item, kamu buat array baru. Karena itu, perubahan terlihat jelas.
JavaScript sebelum React JS: functional programming dasar yang kepakai tiap hari
Higher-order function: map, filter, reduce
Ini “roti” React. Jadi, kamu harus nyaman, bukan cuma hafal.
Pure function dan side effect
React suka fungsi murni. Namun, side effect perlu kamu tempatkan di tempat yang tepat.
Closure dan kenapa penting
Closure muncul di handler dan async. Karena itu, kamu harus paham variabel bisa “nempel”.
this dan binding di era modern
Di React modern, kamu jarang pakai class. Namun, memahami this tetap membantu.
JavaScript sebelum React JS: event loop, async, dan dunia nyata
Call stack, task queue, dan microtask
Janji (Promise) punya antrian sendiri. Jadi, urutan eksekusi bisa mengejutkan.
Promise, async/await, dan error async
Kamu harus bisa menangani error network. Selain itu, kamu harus paham await tidak “menghentikan dunia”.
Fetch, cancel, dan race condition
Request bisa datang tidak urut. Akibatnya, UI bisa menampilkan data lama.
Debounce dan throttle untuk performa
Input search sering butuh debounce. Karena itu, app tidak spam request.
JavaScript sebelum React JS: DOM dan browser API yang tetap relevan
Apa yang React sembunyikan dari DOM
React mengelola DOM lewat virtual DOM. Namun, kamu tetap perlu paham event dan rendering.
Event bubbling dan delegation
Click handler bisa jalan di parent. Jadi, kamu harus tahu alurnya.
LocalStorage, session, dan caching ringan
Ini berguna untuk menyimpan preferensi. Selain itu, kamu bisa menghemat request.
Security dasar: XSS dan sanitasi
React membantu, namun kamu tetap harus hati-hati. Karena itu, jangan sembarang render HTML.
JavaScript sebelum React JS: tooling modern biar kerja kamu rapi
NPM, package.json, dan dependency
Kamu harus paham dependencies vs devDependencies. Jadi, build lebih stabil.
Bundler dan dev server
Tooling mengubah kode jadi siap browser. Selain itu, HMR bikin edit cepat.
Linting, formatting, dan konsistensi tim
ESLint dan formatter bikin tim rapi. Karena itu, kamu kurang debat gaya.
Git workflow sederhana untuk proyek React
Branching dan commit message itu penting. Selain itu, PR review bikin kualitas naik.
JavaScript sebelum React JS: tabel checklist kemampuan yang harus lulus
Cara pakai checklist ini
Centang yang kamu sudah bisa tanpa lihat contekan. Lalu, fokus latih yang masih lemah.
| Area | Kamu harus bisa | Kenapa penting di React |
|---|---|---|
| Data | array, object, destructuring | props, state, mapping UI |
| Function | arrow, closure, HOF | handler, composability |
| Async | Promise, async/await, error | fetch data, loading state |
| Immutability | copy array/object | state update yang benar |
| Modules | import/export | struktur project React |
| Browser | event, storage, fetch | interaksi UI dan data |
| Tooling | npm, lint, build | workflow proyek nyata |
Tips Praktis persiapan belajar React JS
Latihan proyek kecil tanpa React dulu
Bikin todo list dengan DOM manual. Jadi, kamu paham masalah yang React selesaikan.
Biasakan menulis fungsi kecil dan jelas
Fungsi kecil lebih mudah dites. Selain itu, kamu lebih cepat refactor.
Latih debugging dengan cara sistematis
Baca stack trace, cek input, cek output. Karena itu, kamu tidak menebak-nebak.
Gunakan pattern data yang konsisten
Pilih satu gaya: object atau array of objects. Jadi, state kamu tidak berantakan.
Kesalahan Umum saat belajar JavaScript sebelum React JS
Loncat ke React tanpa paham async
Kamu akan bingung loading dan error. Akibatnya, kamu merasa React “susah”.
Cara menghindari: kuasai Promise dan async/await dulu.
Terlalu sering mutate object
UI tidak update sesuai harapan. Jadi, kamu merasa React “buggy”.
Cara menghindari: latihan immutable update setiap hari.
Menghafal tanpa bikin proyek
Kamu cepat lupa. Selain itu, konsep tidak nyambung ke dunia nyata.
Cara menghindari: bikin mini project tiap topik.
Takut baca dokumentasi
Dokumentasi itu peta. Karena itu, kamu harus biasa membaca pelan-pelan.
Cara menghindari: baca satu bagian kecil, lalu praktik langsung.
FAQ JavaScript sebelum React JS
1) Aku sudah bisa JS dasar, apakah cukup?
Belum tentu. Namun, kalau kamu kuat di async dan modules, kamu sudah dekat.
2) ES6 JavaScript bagian mana yang paling penting?
Destructuring, spread, modules, dan arrow function. Jadi, fokus di itu dulu.
3) Kenapa immutability penting banget?
React menilai perubahan lewat referensi. Karena itu, mutate sering bikin UI tidak re-render.
4) Aku harus paham this tidak?
Tidak sedalam dulu. Namun, memahami this membantu baca kode lama dan library.
5) Harus belajar TypeScript dulu?
Tidak wajib. Namun, TypeScript membantu proyek besar dan tim.
6) Berapa lama persiapan belajar React JS?
Tergantung latihan. Selain itu, konsistensi lebih penting dari kecepatan.
7) Proyek latihan apa yang paling efektif?
Todo app, search list dengan debounce, dan fetch API dengan pagination. Jadi, kamu kena masalah nyata.
Penutup
Kalau kamu kuat di JavaScript sebelum React JS, React akan terasa lebih ringan. Jadi, kamu tidak takut error aneh dan state yang “ngambek”. Selain itu, kamu bisa membangun komponen yang rapi.